Pada tahun ini, hari raya Iedul Adha 10 Dzulhijjah 1430 H bertepat dengan hari Jum’at atau tanggal 27 Nopember 2009. Sehari sebelumnya tanggal 9 Dzulhijjah disunnahkan untuk melaksanakan shaum yaitu shaum arofah, sebagaimana dalam hadits:
عَنْ أَبِي قَتَادَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَرَفَةَ فَقَالَ كَفَّارَةُ سَنَتَيْنِ وَسُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ كَفَّارَةُ سَنَةٍ (رواه احمد)
Dari Abi Qotadah bahwasanya Rasululloh SAW ditanya tentang shaum arofah, beliau menjawab: ‘(Shaum arofah) menghapus (dosa) dua tahun yang telah lalu’ dan Beliau ditanya tentang shaum asyuro, Beliau menjawab: ‘(Shaum asyuro) menghapus (dosa) setahun yang lalu’. (HR Ahmad)
Adapaun hari raya iedul adha atau iedul fitri bertepatan dengan hari jum’at pernah terjadi di jaman Rasululloh sebagaimana hadits-hadits berikut ini:
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ قَدْ اجْتَمَعَ فِي يَوْمِكُمْ هَذَا عِيدَانِ فَمَنْ شَاءَ أَجْزَأَهُ مِنْ الْجُمُعَةِ وَإِنَّا مُجَمِّعُونَ
(رواه ابو داود)
Dari Abu Hurairoh RA dari Rasululloh SAW, bahwa beliau bersabda, “Sungguh telah berkumpul pada harimu ini dua Ied, siapa yang menghendaki shalat ied, maka shalat ied mencukupkannya dari shalat Jum’at. Sesungguhnya kami akan melaksanakan Jum’ah. (HR Abu Dawud)
عَنْ إِيَاسِ بْنِ أَبِي رَمْلَةَ الشَّامِيِّ قَالَ شَهِدْتُ مُعَاوِيَةَ بْنَ أَبِي سُفْيَانَ وَهُوَ يَسْأَلُ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ قَالَ أَشَهِدْتَ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِيدَيْنِ اجْتَمَعَا فِي يَوْمٍ قَالَ نَعَمْ قَالَ فَكَيْفَ صَنَعَ قَالَ صَلَّى الْعِيدَ ثُمَّ رَخَّصَ فِي الْجُمُعَةِ فَقَالَ مَنْ شَاءَ أَنْ يُصَلِّيَ فَلْيُصَلِّ (رواه ابو داود)
Dari Iyas bin Abi Ramlah as Syamiy, ia berkata: ‘Saya melihat Abu Sufyan bertanya kepada Zaid bin Arqam, katanya, “apakah Engkau pernah mengalami bersama Rasul dua hari raya berkumpul dalam satu hari? Ia menjawab, “Ya pernah” Abu Sufyan bertanya lagi, “Bagaimana yang beliau lakukan?” Zaid menjawab, “Beliau shalat ied, kemudian member keringanan, dengan sabdanya, “Siapa yang hendak shalat, hendaklah ia shalat.” (HR Abu Dawud)
Dari dua hadits di atas dapat disimpulkan:
- Orang yang melaksanakan shalat ied pada hari Jum’at di beri kelonggaran atau rukhsoh karena sholat ie sudah mencukupkannya dari shalat jum’at. Adapun Rasul melaksanakan shalat Jum’at.
- Orang yang melaksanakan shalat ied pada hari jum’at, kemudian mengambil rukhsoh dengan tidak melaksanakan jum’at maka tidak usah shalat dzuhur, karena orang yang wajib jum’at pada hari jum’at tidak dibenarkan shalat dzuhur. (Wallohu a’lam)
——————–